Sabtu, 10 Mei 2014

LIE TO ME part 4




Sora menyeret sedikit paksa koper besar yang dibawanya sesaat setelah boat mereka merapat. Dia berusaha mengimbangi langkah Leeteuk yang berjalan cepat di depannya.

“ Leeteuk sshi, bisakah kau membantuku?? Ini berat sekali!!” Teriak Sora yang masih kesusahan membawa barangnya.

“ Siapa yang menyuruhmu membawa barang sebanyak itu, konsekuensinya kau bawa saja sendiri.......!!” Jawab Leeteuk pongah, dia malah mempercepat langkahnya.

“ Cepat, jarak penginapan masih lumayan jauh.....!!” Tambah Leeteuk lagi.

Sora pasrah dan menggeletakkan begitu saja kopernya diatas tumpukan pasir putih. Dia berbaring dan menutup matanya menikmati sejuknya angin pantai bertiup.

Pemandangan yang indah, dan suasana yang nyaman kenapa harus dia sia- siakan.

Minggu, 04 Mei 2014

LIE TO ME part 3




Leeteuk terlihat kelabakan sendiri di ruangannya yang besar, otaknya terus berpikir, mulutnya menggumamkan sesuatu yang tidak jelas. Dia kebingungan setelah mendapat telepon dari kakek bahwa hari ini beliau akan pulang ke rumah. Tentu saja Leeteuk senang mendengar kabar itu, tapi permintaan kakek yang membuatnya bingung

“ Bawa cucu menantuku pulang ke rumah kita, dia harus ada saat aku tiba di rumah Teuk ah !!”

Bagaimana aku bisa membawa Kang Sora pulang ke rumah? Tinggal di rumah berarti semakin banyak sandiwara dan kebohongan yang harus kami mainkan.

Otak Leeteuk sudah hampir meledak karena tidak segera mendapat solusi, dia harus menghubungi Sora dulu dan meminta pendapatnya.

“ Yoebboseyo... Sora...ssh.....!!” Baru saja telpon terhubung Leeteuk mendengar suara- suara aneh di seberang sambungan, bukannya Sora yang menjawab, tapi terdengar yoeja ini sedang bersama orang lain.

The Baby, You, and Me – 22



“ Park Jung Su........” Matanya melebar menatapku.

Sedangkan aku yang masih berusaha mengatur nafasku setelah berlari menyongsongnya tadi belum mampu menjawabnya.

Tiba- tiba dia meminta melepaskan diri secara paksa, aku tidak bisa menahannya.

Namun lagi- lagi dia terjatuh, kali ini aku benar- benar tak bisa membiarkannya.

“ Apa kau tidak bisa berhati- hati dan tidak membuatku cemas Sora sshi........” Kenapa aku justru memarahinya, seharusnya bukan kata- kata itu yang kuucapkan pertama kali ketika bertemu dengannya.

“ Lepaskan aku......... lepaskan aku.......” dia terus memukulku dan meronta meminta dilepaskan.

Senin, 21 April 2014

LIE TO ME part 2




Aku berjalan dengan tergesa menuju kamar yang baru ditunjukkan suster jaga. Perasaan cemas dan takut terus saja menghantuiku sepanjang perjalanan. Tadi aku sedang melakukan rapat penting saat tiba- tiba sekretarisku menginterupsi jalannya rapat. Dengan keras dia membuka pintu berteriak mencariku,

“ Direktur, Presdir Park, dia collapse.......”

Mendengar ucapannya seakan waktuku berhenti berputar, harabouji...... bagaimana bisa ini terjadi. Tadi pagi waktu aku meninggalkannya beliau masih sehat- sehat saja. Memang tadi sempat terjadi perdebatan kecil dan mungkin aku telah mengecewakannya tentang masalah perjodohan kemarin. Tetapi seperti yang sudah- sudah harabouji pasti bisa mengerti dan tak lagi mempermasalahkannya.

Minggu, 20 April 2014

LIE TO ME part 1




Sebuah restoran di sudut kota Seoul tampak sangat ramai siang itu. Seperti hari- hari biasanya restoran ini selalu dipenuhi pengunjung yang kebanyakan adalah pasangan kekasih. Di salah satu sudutnya terlihat seorang namja yang terus saja digoda oleh yoeja di dekatnya. Si namja kelihatan sangat tidak tertarik dengan yoeja itu, tapi dia tidak bisa berbuat apa- apa karena nyatanya si yoeja terlalu keras kepala.

“ Harus berapa kali aku menyadarkanmu Yoon Ae sshi, aku tidak bisa menerima cintamu. Sudah ada wanita lain dalam hidupku.......” Ucap si namja untuk yang kesekian kalinya,

“ Ani, aku tidak percaya. Tunjukkan dulu yoejachingumu itu baru aku percaya. ” Jawab Yoon Ae santai sambil melipat kedua tangannya di depan dada. Dia yakin Woo Young hanya berbohong.

Woo Young gelagapan menjawab tantangan Yoon Ae, berulang kali dia melengok ke luar dan sesekali melihat jam tangannya.

Kamis, 10 April 2014

The Baby, You, and Me – 21




Sebuah meja panjang terletak di tengah- tengah ruang makan yang cukup besar. Beberapa piring keramik, sendok, sumpit, dan gelas- gelas kristal berisi air sudah tertata dengan rapi di atasnya. Dua orang pelayan datang membawa hidangan yang baru matang kemudian meletakkannya di atas meja.

“ Letakkan saja, biar aku yang mengurusi sisanya.....” Tukas nyonya rumah, dia terlihat sangat antusias menyiapkan sarapan pagi untuk keluarganya. Bibirnya sesekali terangkat ketika melihat hasil pekerjaannya yang memuaskan.

Mata Soon He berpaling ke arah tangga saat suaminya berjalan menuruni anak tangga.

Selasa, 01 April 2014

The Baby, You, and Me – 20







Jung Su baru saja menginjak rumah setelah tadi mengantar Kyumin sekolah saat bel rumahnya berbunyi. Seorang pengantar paket berdiri di depan pintu, membawa sebuah kotak putih berukuran besar. Setelah menandatangani dan menerima paket Jung Su segera bergegas masuk dengan wajah berseri- seri. Paket yang ditunggunya sejak lama akhirnya datang juga. Jung Su tidak sabar menunjukkannya pada Sora.

Jung Su berteriak memanggil Sora, membuat gadis yang sedang merapikan kamarnya itu segera mendekat. Melihat wajah kekasihnya sumringah menarik perhatian Sora.

“ Kotak apa itu oppa??” Tanya Sora pada Jung Su, yang malah melarang Sora ikut mengintip isi kotak.

“ Bukan apa- apa, ini hanya........” Jung Su tertawa misterius, membuat Sora semakin penasaran.

“ Oppa, biarkan aku melihatnya.....”

“ Apa kau sangat penasaran Sora ya??”

“ ehmm....ne, aku sangat-sangat penasaran.....jebal yo oppa, biarkan aku melihatnya ne??” Sora beraegeyo, membuat Jung Su tertawa semakin senang menggoda.

Sabtu, 22 Maret 2014

The Baby, You, and Me – 19




Jung Su terlihat sangat gusar karena sejak tadi dia hanya berjalan mondar- mandir sambil terus memegangi ponselnya.

“ Ayo angkat Sora ya...... kau dimana??” Gumamnya saat untuk kesekian kali hanya suara operator seluler yang terdengar.

Dia sangat cemas karena tak dapat menemukan Sora di manapun. Ini aneh karena Sora tak pernah seperti ini.

Mata Jung Su menatap lurus ke luar jendela, ada perasaan aneh yang menggelayuti hatinya. Entah mengapa dia merasa tidak tenang.

“ Kuharap tidak terjadi apa- apa padanya........”

Jumat, 14 Maret 2014

The Baby, You, and Me – 18




“ Nuguya??” Tanya Yoon Ji pada Kangin yang hanya dibalas dengan kedikan bahu. Semua mata yang ada di ruangan tertuju pada yoeja yang berjalan di belakang Jung Su dan Sora serta tengah menggandeng Kyumin.

“ Kenalkan ini Hyorin sshi, guru Kyumin ah......!!” Ucap Sora pada yang lain, Sora berusaha menekan sedalam mungkin perasaan cemasnya yang tidak beralasan.

Hyorin pun mengenalkan diri, pembawaannya yang ceria membuatnya cepat diterima.

Bahkan Hyorin membuat takjub yang lain dengan suaranya yang indah saat bernyanyi. Semua orang mulai menyukainya, namun tidak demikian dengan Sora. keberadaan Hyorin entah mengapa membuat Sora tidak tenang.

Senin, 03 Maret 2014

The Baby, You, and Me – 17







Lampu tidur bersinar remang- remang dan menjadi satu- satunya pencahayaan di sebuah kamar. Jam di meja masih menunjukkan pukul 3 pagi ketika suara tangisan memecahkan keheningan. Sora bergeser dari tempat tidurnya, dengan mata yang masih terpejam dia menyenggol seseorang di sampingnya.

“ Oppa........ Kyumin menangis, mungkin dia haus........ ambilkan dia susu.............!!!” Ucap Sora dengan suara parau dan terdengar masih sangat mengantuk.

“ Jung Su oppa..............!!!!” Panggil Sora untuk kedua kalinya, kalau sudah tidur kadang Jung Su susah sekali untuk dibangunkan.

Rabu, 19 Februari 2014

My Half Blood Girl – part 13






Satu- persatu namja- namja yang duduk mengelilingi meja mulai tak sadarkan diri. Eunhyuk terkulai di kursinya sambil mengigau tidak jelas, masih mendekap botol minuman di pelukannya. Kyuhyun berulang kali mengerjap- erjapkan matanya yang mulai terasa berat, tak hanya itu rasanya kepalanya ingin pecah karena pengaruh alkohol. Sedangkan Siwon masih bisa duduk tegak di tempatnya, mencoba menuang isi botol ke dalam gelasnya, tapi baru terisi setengahnya Siwon sudah jatuh tertidur di atas meja. Kini hanya menyisakan dua orang yang sedari tadi hanya bertatap- tatapan. Tidak, hanya salah satu diantara mereka yang berani menatap tajam sedangkan satunya terus menunduk memainkan gelasnya yang hampir kosong.

Sabtu, 15 Februari 2014

Beautiful Summer Breeze





Suasana Hannyoung High School siang ini terlihat berbeda dari biasanya. Cuaca musim panas yang sangat terik membuat sebagian besar siswanya enggan untuk beraktivitas di halaman sekolah. Mereka lebih memilih berteduh di bawah pepohonan rindang yang berjajar melingkari gedung enam lantai itu. Tak terkecuali Leeteuk, pemuda yang menanggalkan blazer sekolahnya, menggulung kerah lengan bajunya sampai ke siku dan membuka dua kancing kemeja putihnya yang secara tak sengaja mengekspos dada bidangnya terlihat sedang tidur di bawah pohon.

Mendengar beberapa langkah kaki, membuat Leeteuk terbangun. Dia mendengus kesal, sebelum kemudian membesarkan volume lagu yang sedang di dengarnya dan kembali melanjutkan tidur. Tidak berminat melihat apa penyebab temannya berlarian seperti itu.